Mitsubishi Outlander PHEV

Rp 1 300 000 000

Mitsubishi Outlander PHEV

Car Details
Kondisi Baru
Body SUV
Jarak 0 Km
Bahan Bakar Bensin
Mesin 2399 cc
Transmisi Automatic, Manual
Tenaga 166 hp
Warna N/A
Tempat Duduk 5 Kursi
Features
  • AC
  • Adjustable Headlights
  • Adjustable Seats
  • Airbag Penumpang Depan
  • Airbag Samping Depan
  • Alarm Mobil
  • Antena Terpadu
  • Anti Lock Braking System
  • Anti Theft Device
  • Arm Rest Belakang Tengah
  • Arm Rest Konsol Tengah
  • Audio 2DIN
  • Automatic Climate Control
  • Automatic Head Lamps
  • Bottle Holder
  • Brake Assist
  • Child Safety Locks
  • Crash Sensor
  • Cruise control
  • Cup Holder - belakang
  • Cup Holder - depan
  • EBD (Electronic Brake Distribution)
  • Electronic Multi Tripmeter
  • Engine Check Warning
  • Engine Immobilizer
  • Engine Start Stop Button
  • Headrest Kursi Belakang
  • Jam Digital
  • Jok Lapis Kulit
  • Kamera Belakang
  • Kantong Udara Pengemudi
  • Keyless Entry
  • Kursi Lipat Belakang
  • Kursi Pengemudi Dengan Penyesuai Ketinggian
  • Lampu baca
  • Lampu Bagasi
  • Lampu Kabut Depan
  • Lampu Pengingat Jumlah Bahan Bakar
  • Lampu sein kaca Spion Luar
  • Layar Sentuh
  • Lingkar kemudi Dengan Tombol Multi Fungsi
  • Odometer Digital
  • On Board Komputer
  • Pelindung Benturan Depan
  • Pelindung Benturan Samping
  • Pemanas
  • Pembuka Bagasi
  • Pemutar CD/DVD
  • Pengaturan Kursi Elektrik
  • Pengikat Pintu
  • Pengingat Pemakaian Sabuk Pengaman
  • Power Door Locks
  • Power Outlet
  • Power Stearing
  • Power Window Belakang
  • Power Window Depan
  • Radio AM/FM
  • Sabuk Pengaman Belakang
  • Sabuk Pengaman Depan dengan Penyesuai ketingg
  • Sambungan Bluetooth
  • Sensor Parkir
  • Sistem Navigasi
  • Socket USB
  • Speaker Belakang
  • Speaker Depan
  • Spion Lipat Elektrik
  • Spion Tengah Lipat
  • Spoiler Belakang
  • Stril Berbalut Kulit
  • Tachometer
  • Tanki Bahan Bakar Diletakkan di Tengah
  • Tuas Pembuka Bensin
  • Vehicle Stability Control System
  • Velg Alloy
  • Ventilasi AC
  • Washer Kaca Belakang
  • Wiper Kaca Belakang
Seller Note

Informasi Terkini Outlander PHEV

Harga Mitsubishi Outlander PHEV mulai dari Rp 1 Billion, Cek Promo terbaik hari ini 8 April 2020, dengan DP mulai dari Rp 259 Juta, Angsuran Rp 29 Juta (60x).

Mobil plug-in hybrid ini memang istimewa. Selain canggih, pemiliknya bisa memiliki manfaat lebih. Outlander PHEV bisa berlaku selayaknya genset kalau listrik di rumah Anda mati. Saat baterainya terisi penuh, listrik sebesar (maksimal) 1.500 watt, dengan voltase 336 Volt bisa dialirkan ke rumah. Caranya? Di bagasi ada colokan listrik yang bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan kulkas, dispenser air dan sebagainya. Kalau perlu, colok saja gulungan kabel untuk beberapa alat rumah tangga sekaligus. Asal jangan lupa, 1.500 watt.

Di Jepang bahkan lebih canggih lagi. Mitsubishi punya paket teknologi bernama Dendo Drive House, yang memungkinkan pemilik menghasilkan dan menyimpan energi secara otomatis. Paket ini terdiri dari mobilnya, panel surya, penyimpan daya (power bank). Bisa dimanfaatkan untuk mengisi ulang baterai mobil, atau menghidupi listrik di rumah. Panel surya jadi sumber pengisian dayanya.

Overview

Kedatangan Outlander PHEV diresmikan pada gelaran GIIAS 2019. Langkah optimis dari Mitsubishi memasuki era elektrifikasi. Melalui Outlander, mereka tawarkan pilihan PHEV terjangkau, walau tidak dapat dikatakan murah. Uang sebanyak Rp 1,289 miliar bisa dimanfaatkan untuk membeli sebuah kendaraan ramah lingkungan, tanpa mengkompromikan kepraktisan. Itulah esensi dari PHEV: lebih efisien dari mild hybrid, lebih praktis ketimbang EV.

Interior & Fitur

Bicara soal interior, Outlander suguhkan rasa ‘driver oriented’. Pahatan dasbor mengarahkan konsol tengah sedikit menghadap pengemudi. Dipertegas oleh ornamen penghias yang terhubung dari rumah panel instrumen. Hasilnya, seolah pengemudi saja yang memiliki otoritas untuk mengoperasikan seluruh fitur. Sedikit subjektif, kami rasa desain kabin Outlander terasa usang dan cenderung hambar. Tidak ada unsur menggugah.

Ada rasa premium yang perlu dilengkapi mengingat banderolnya Rp 1 miliar lebih. Mitsubishi menempatkan sunroof di bagian atap. Elemen ini selalu sukses ciptakan aura premium. Selain itu, kemudahan akses bagasi dilengkapi electric tailgate.

Terkait otoritas pengemudi, banyak hal yang bisa diatur dari kokpit. Tuas paddle shift tidak diperuntukkan sebagai pemindah gigi. Fungsinya dialihkan menjadi pengatur tingkat regenerative braking. Enam tingkatan kekuatan rem dipilih melalui selektor paddle, karena salah satu sumber energi baterai dihasilkan melalui rem. Semakin kuat tekanan, semakin tinggi energi yang disalurkan. Ini khas ditemui pada Outlander PHEV.

Sisi kanan palang setir bertugas sebagai tombol cruise control. Bukan sekadar cruise control, tapi ditambahi fitur adaptif. Fitur ini membuat berkendara lebih aman dan nyaman. Ketika menggelosor dengan cruise control dan ada mobil di depan lebih lambat, sistem secara otomatis menyesuaikan kecepatan. Set tombol palang sebelah kiri dapat mengontrol sistem audio dan telepon.

Instrumen panel di balik setir menyajikan informasi tambahan yang tidak ada di mobil konvensional. Sajian ini perlu sebab Outlander PHEV punya dua jantung dalam satu tubuh. Di antara tachometer dan speedometer terdapat power meter. Meteran ini menampilkan indikator bensin dan sisa kapasitas baterai. Selain itu, juga menunjukkan tenaga regeneratif, tenaga mesin dalam satuan kilowatt, tenaga keluaran EV dan sebagainya, terkait energi dan daya.

Konsol tengah menyimpan fitur-fitur khusus PHEV. Persis di belakang tuas transmisi otomatis ada dua tombol untuk menentukan mode berkendara sistem elektrik.

Ciri unik dari Outlander PHEV, dapat menghasilkan daya untuk keperluan eksternal. Disediakan soket eksternal tipe F seperti di rumah pada umumnya. Dengan cara ini, generator menjadi fungsi utama mobil. Maksimum output daya sebesar 1.500 watt, bisa digunakan untuk AC atau lampu dalam keadaan darurat. Jika daya baterai habis, mesin langsung menyala dan kembali mengisi daya baterai.

Pengendalian & Pengendaraan

Terdapat tiga mode berkendara di Outlander PHEV. Pada EV drive mode, hanya motor listrik yang bekerja menghasilkan tenaga. Suasana kabin menjadi sangat senyap karena mesin tidak beroperasi. Di titik ini tentu tidak ada bahan bakar terminum, sehingga mobil berada di kondisi sangat bersih dari emisi.

Selanjutnya pengemudi dapat memilih mode hybrid seri. Di kondisi ini, mesin mulai bekerja namun tidak menggerakkan roda. Putaran mesin dikonversikan jadi generator untuk mengisi daya baterai. Menjaga kapasitas baterai agar tidak cepat habis. Terakhir mode parallel. Putaran mesin langsung ditranslasi menggerakkan roda. Motor listrik tetap punya peran bila sesekali diperlukan.

Untuk mengisi daya, dua pilihan soket ditemukan pada pintu colokan listrik: regular charging dan fast charging (CHAdeMO). Konsumen diberikan fasilitas pengisian Type 1 (Reguler) untuk di rumah sebagai bagian dari paket pembelian. Nah, jika ingin mengisi dengan cepat, bisa saja menggunakan colokan CHAdeMO. Saat ini mungkin belum terlalu banyak fasilitas fast charging, namun tunggu saja lantaran PLN tengah membangun infrastruktur pendukung EV.

Pemanfaatan dua motor listrik, mengisyaratkan SUV PHEV ini dilengkapi sistem penggerak empat roda. Teknologi ini disebut S-AWC. Sistem bekerja dengan unik, untuk memberikan handling terbaik. Twin Motor 4WD bertugas sebagai sumber putaran ke roda, sementara Active Yaw Control menahan distribusi tenaga di tiap roda melalui rem. Contoh saat menikung, AYC menahan sebagian roda agar sikap mobil tetap terkendali sesuai keinginan pengemudi.

Mesin & Konsumsi BBM

Jantung mekanis bawaan Outlander menggunakan unit 4B12 DOHC MIVEC berkubikasi 2.400 cc. Unit konvensional ini, sanggup mengail tenaga hingga 128 PS berikut momen puntir 199 Nm. Sebagai mobil hybrid, ia memanfaatkan dua motor penggerak utama. Di bagian depan memanfaatkan motor S61 82 PS, sementara Y61 95 PS menggerakkan roda belakang. Total tenaga seluruh drivetrain mencapai 236 Hp.

Melansir dari EV-database UK, rating NEDC untuk jangkauan motor listrik mode EV mencapai 54,7 km. Hasil paduan motor listrik dan mesin konvensional, suguhkan konsumsi BBM yang sangat irit, 56 kilometer per liter. Tak banyak mobil konvensional bertenaga 200 Hp lebih yang sehemat Outlander PHEV. Mungkin bisa dikatakan tidak ada sama sekali.